Proyek Utopia Mempersembahkan:

HALUTOPIA

Halutopia adalah sebuah tantangan menulis (writing challenge) di mana kita ditantang untuk mendeskripsikan, menarasikan, dan/atau mengeksplorasi sebuah adegan (scene) sesuai dengan prompt yang sudah ditentukan. Bagaimana cara mengikuti Halutopia?

  1. Buat karya tulis sesuai dengan prompt yang ditentukan. Bagaimana bentuk karya tulis tersebut? Terserah! Puisi boleh, adegan drama silakan, cerita pendek pun tak ada yang melarang. Kalian dibebaskan mengeksplorasi prompt yang ditentukan sesuai dengan gaya kalian masing-masing.
  2. Unggah karya tulis kalian. Sekali lagi, terserah kepengin diunggah ke mana! WordPress silakan, Medium pun boleh. Tumblr tidak ada yang melarang. Wattpad, kenapa tidak?
  3. Jika berkenan, unggah di Twitter dengan tagar #Halutopia agar karya tulis kalian dapat menemukan pembacanya. Butuh bantuan mendistribusikan karya tulis kalian? Silakan tag @proyekutopia saat kalian mengunggah karya tulis kalian di Twitter. Kami akan membantu pendistribusian naskah-naskah Halutopia melalui retweet.

Bagaimana Kami Menyajikan Perjamuan

Selamat datang di Utopia, silakan duduk di tempat yang sudah disediakan. Kali ini, pada kesempatan ketiga kami untuk mengurasi karya dari para kontributor, kami akan menyajikannya laksana sebuah 8 course meal. Ada delapan naskah yang akan kami sajikan dalam Subjek 03: Perjamuan.

Continue reading

Bagaimana Kami Menemukan Ritual

Bagaimana kami bisa berbicara dengan kalian? Kami tidak punya banyak kata-kata untuk disampaikan. Itu sebabnya, kami membutuhkan kalian lebih dari kalian membutuhkan kami. Bagaimana kami bisa berbicara dengan kalian? Kami telah melalui Oktober yang penuh misteri dan Desember yang penuh perayaan, dan beberapa kisah sampai dengan selamat ke dalam rengkuhan kami. Kisah-kisah ini mewujudkan segala sesuatu yang kami bayangkan dalam angan kami ketika kami memutuskan untuk memilih Ritual sebagai tema edisi kali ini.

Kisah pertama adalah Felicia Ho dengan The Post-Mortem Brunch Experience. Ke mana kita pergi setelah kita tak lagi mengembuskan napas ke dunia ini? Ke mana akar kita akan menjalar? Akankah kenangan menghantui kita? Sebuah kisah mengenai kenangan dan kematian. Lalu, Sebelum Mata Terpejam, Bising yang Meredam oleh Adrindia Ryandisza. Kami berkata ritual dan kisah datang dengan sebuah interpretasi segar mengenai ritual. Di dunia yang bising ini, kita mengejar lelap. Cerita ketiga tiba dengan Alfa dan prosa pendeknya, As Cats Do. Siapa orang yang paling banyak menerima ritual di muka bumi ini jika bukan para ibu? Lantas, untuk menutup segalanya, kami memilih The Sea Monster karya Amanda Savira. Sebuah kisah mencekam yang terinspirasi dari kisah nyata, Tunggal Jati Nusantara Group, yang mencari berkah dari Nyi Roro Kidul. Kami harap kisah ini akan menghantui kalian sebagaimana kisah ini menghantui kami.

Demikianlah bagaimana kami menemukan Ritual. Silakan menuju ke tautan berikut untuk membaca terbitan kedua kami, Subjek 02: Ritual.